1. Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar
Berawal dari pencarian lokasi pembangunan masjid oleh Walikota Jakarta Raya, Sjamsuridjal (1951 รข€“ 1953) ditetapkan maka akan dibangun Masjid Agung Kebayoran Baru yang berlokasi di jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta. Maka masjid agung mulai dibangun pada tanggal 19 November 1953 dan selesiai pada tahun 1958, pemberian nama Masjid itu oleh Rektor Al Azhar Kairo Prof. Mahmoud Syaltout sewaktu berkunjung ke Indonesia (th. 1960) dengan nama Masjid Agung Al Azhar. Hari jadi Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar ditetapkan pada tanggal 7 April 1952.
Masjid Agung Al-Azhar semakin berkembang pesat sehingga ada seorang jamaah masjid agung Al-Azhar bernama Abdulah Hakim, mengusulkan (Maret 1963) agar pengajian anak-anak sore sejenis madrasah diniyah yang diberi nama Pendidikan Islam Al-Azhar (PIA) ditingkatkan mutu penyelenggaraannya, sepadan dengan kemegahan masjid agung Al-Azhar. Yaitu dengan membentuk suatu lembaga pendidikan yang di dalamnya terdiri dari TK, SD, SLTP, SMU bahkan sampai perguruan tinggi.
Berbagai tanggapan bermunculan atas usulan tersebut, sehingga dengan mudah pertemuan mengambil keputusan salah satunya adalah menyelenggarakan suatu Perguruan Islam yang bermutu dengan nama Perguruan Islam Al-Azhar. Awal Agustus 1964 mulai dibuka TK Islam Al-Azhar dan SD Islam Al-Azhar, SMP Islam Al-Azhar tahun1971, SMU Islam Al-Azhar tahun 1976 dan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) tahun 2000. Di Yayasan Pesantren Islam Al-azhar banyak sekali prestasi yang telah dibuatnya maka dari itu, yayasan al-azhar di Indonesia ditulis menjadi yayasan al-azhar yang paling prestisius versi Fan Blog Al-Azhar.
2.Yayasan Al-Azhar Bandung
Di Yayasan Al-azhar Bandung ini telah melahirkan tokoh-tokoh anak-anak maupun dewasa dan juga tokoh-tokoh politik seperti, Al-Irsyad Islamiyyah yaitu pendiri Muahmmadiyah Islamiyyah yang terkenal di negara-negara Timur Tengah.
Bukan hanya prestasi yang membuat Yayasan Al-Azhar Bandung menjadi nomor dua di Blog ini namun, kerapian,kebersihan,dan keindahan yayasan al-azhar juga inilah yang menjadi nomor dua. Pernah di catat di Arsip Pemerintahan Provinsi Jawa Barat bahwa SD,SMP Al-Azhar Bandung menjadi SD dan SMP yang paling bersih juga prestisius.
3.Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading didirikan di Jakarta pada tanggal 22 Oktober 1987. Nama Al-Azhar Kelapa Gading kiranya tidak asing dalam dunia pendidikan. Keunggulan yang dimiliki oleh sekolah ini sudah banyak didengar di kalangan masyarakat.
Sebagai sebuah gerakan sosial keagamaan, Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading menjadi fenomena model pendidikan modern. Ciri kemodernan yang tampak, paling sedikit dalam dua hal. Pertama, bentuk gerakannya yang terorganisasi secara sistematis dan terencana. Kedua, aktivitas pendidikannya yang mengacu pada model sekolah modern untuk ukuran zamannya.
Mulai tanggal 1 November 2001, Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading mulai masuk di Surabaya. Secara resmi Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya dibuka pada tanggal 2 Januari 2002. Munculnya nama Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya, yang terdiri dari tiga jenjang, Pra Sekolah (KB dan TK), SD, dan SMP, menambah deretan sekolah unggul di Surabaya.
Sejak dibuka di Surabaya, 2 Januari 2002 sampai akhir bulan September 2005, Pimpinan Perguruan (Direktur) masih dijabat dari Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading Jakarta. Melihat kenyataan yang ada, bahwa kultur masyarakat di Surabaya dan Jakarta tidak sama, maka berdasarkan kenyataan ini, mulai tanggal 1 Oktober 2005 diangkat Pimpinan Perguruan (Direktur) dari Surabaya.
Respon dari masyarakat cukup bagus dengan hadirnya Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya. Meningkatnya jumlah siswa baru dari tahun ke tahun sebagai bukti bahwa sekolah ini cukup diminati. Meskipun saat pertama dibuka mengundang keraguan, namun tantangan itu semua telah terjawab. Teman-teman jurnalis media massa juga memberikan apresiasi yang positif terhadap perkembangan sekolah yang usianya belum genap tujuh tahun ini.
Melihat usianya, Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya relatif sangat muda. Namun, kematangan dalam mengemban amanat pendidikan cukup siap. Ini semua tidak lepas dari sebuah sistem yang sudah dibuat di Jakarta dan diterjemahkan sesuai dengan kultur di Surabaya. Sehingga tidak jarang, sekolah-sekolah lain, baik dari Surabaya maupun luar Surabaya berkunjung ke Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya.
Menyikapi diberlakukannya Kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi (KBK), Al-Azhar Kelapa Gading tidak terlalu risau. Semua menyadari sesungguhnya perubahan adalah selalu terjadi setiap saat dalam hidup ini. Perubahan itu sendiri tidak dapat dihindari dan sudah menjadi ketentuan yang abadi. Siapa yang tidak mau berubah, maka siap untuk menghadapi resiko tinggi.
Sebelum KBK diberlakukan untuk semua sekolah, Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading sudah lebih awal memberlakukan KBK. KBK sesungguhnya ada kaitan erat dengan life skill. Semua pelajaran yang disampaikan kepada siswa pada umumnya adalah menyiapkan anak untuk terampil dalam kehidupan sehari-hari.
Memantapkan perkembangan KBK saat ini, maka mulai tahun pelajaran 2006-2007, Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya memulai dengan mendesain pembelajaran dengan arah membangun karakter (Character Building). Untuk itu, langkah yang dilakukan menyusun buku pelajaran sendiri, khususnya kelas 1 dan 2 berdasarkan materi esensial yang dikembangkan melalui "Joyful learning" dengan berbagai pendekatan pembelajaran sesuai dengan karakter anak.
Mengenai Uji Kendali Mutu (UKM), semua sudah menjadi kebijakan pemerintah kota. Awalnya memang menjadi masalah bagi kami. Namun, karena ini sudah menjadi kebijakan yang tidak dapat ditawar, maka untuk mengatasi hal ini Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya membuat langkah-langkah strategis yang tetap pada tujuan awal, yaitu membangun karakter dengan tetap menjaga kualitas akademik, yaitu target nilai maksimal.
Model pembelajaran yang kreatif dan inovatif didesain untuk pembangunan karakter pada anak. Hal ini juga untuk menyeimbangkan antara otak kiri dan kanan. Dengan harapan lulusan Perguruan Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya menjadi siswa yang mempunyai kepribadian. Selain hasil nilai akademiknya bagus, juga mempunyai sikap yang positif dan terampil dalam menjalani hidup.
4.Yayasan Al-Azhar Bimatama (Semarang)
Atas inisiatif dari Bapak DR. H. Fuad Bawazier, MA. dan Bapak Drs. H. Sumahar Paisan yang disampaikan kepada para pemuka dan cendekiawan muslim di Semarang, maka berdirilah Yayasan Bina Manusia Utama (yang diakronimkan menjadi BIMATAMA) selaku pengelola lembaga pendidikan Al-Azhar 14 Semarang .
Bertepatan pada hari Jumat, Yayasan Bimatama Semarang berdiri berdasarkan Akte Notaris Lenie Sahara Hardjatno Loebis, SH Nomor 47 tanggal 12 Mei 1995, beralamat di jalan Imam Bonjol No. 1 D Semarang.
Tujuan Yayasan Bimatama adalah memantapkan pemahaman dan pengamalan agama Islam, ikut mencerdaskan bangsa serta meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang mempunyai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta iman dan taqwa (IMTAQ). Untuk mencapai tujuan tersebut Yayasan Bimatama berupaya mendirikan dan menyelenggarakan pendidikan formal dan non formal, mendirikan masjid, panti asuhan, poliklinik/rumah sakit, serta mendirikan usaha–usaha bidang ekonomi yang hasilnya dapat dipakai untuk mendanai bidang sosial keagamaan.
Tahap awal yang dilakukan Yayasan Bimatama bekerjasama dengan Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar Jakarta mendirikan TK Al-Azhar 14 pada tanggal 19 Juni 1995 dan dilanjutkan dengan mendirikan SD Islam Al-Azhar 14. Kegiatan Yayasan dilaksanakan di Jl. Imam Bonjol No. 1 Semarang sementara sekolah dilakukan di gedung BPD Jateng Jl. MT. Haryono 880 Semarang.
Alhamdulillah pada tahun 1997 Yayasan Bimatama bersama dengan TK dan SD Al-Azhar 14 menempati gedung baru berlantai III yang berada di Jl. Klentengsari Pedalangan, Banyumanik sebagai pusat pengembangan dan kemajuan Yayasan Bimatama dan Al-Azhar Semarang. Gedung tersebut difungsikan untuk SD, TK dan Kantor Yayasan. Seiring dengan perkembangan Al-Azhar 14, pada tahun 2000 Yayasan Bimatama dapat membangun gedung TK Al-Azhar 14.
Sebagai wujud kepedulian Yayasan dalam menempuh program pendidikan dasar sembilan tahun maka pada tahun 2002, SMP Al-Azhar 14 telah berdiri dengan menempati gedung SD Al-Azhar 14. Guna memberikan fasilitas terbaik bagi murid–murid Al-Azhar 14, pada tahun 2003 Yayasan Bimatama selesai membangun Masjid Al-Azhar, Gedung SMP Islam Al-Azhar 14 dan Kantor Yayasan.
Seluruh gedung kampus, masjid Al-Azhar, dan lapangan beserta fasilitasnya dibangun di atas tanah wakaf dari almarhum Bpk. Drs. Haji Sumahar Paisan.